Tidak bisa tidak, Manchester United wajib menuntaskan Liga Primer Inggris 2014/15 di zona empat besar sekaligus mengamankan tiket kembali ke Liga Champions, demikian tegas gelandang Marouane Fellaini.
Finis ketujuh musim lalu menandai kegagalan Setan Merah menembus kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak 1995, dan Fellaini menekankan hal yang sama tidak boleh terulang musim ini.
Karena alasan itulah, alih-alih menatap target untuk kembali berpacu di trek jawara musim depan, United, seperti dituturkan Fellaini, lebih terfokus untuk meraih sasaran terkini.
"Ini penting karena Manchester United harus bermain di Liga Champions, dan kami memiliki kualitas untuk itu," katanya kepada Goal pada peluncuran New Balance Football.
"Kita akan melihat apakah kami bisa menjuarai liga pada 2015/16, tapi kami memiliki target untuk memenangi Piala FA dan meraih kelolosan ke Liga Champions. Setelahnya baru kita akan melihat musim depan."
"Kami kalah dalam beberapa laga sulit. Contohnya melawan Swansea dan Southampton, dan kalau Anda memenangi laga-laga seperti ini maka Anda bisa menjuarai liga."
“Kami harus berkembang dan bekerja keras bersama-sama untuk menatap ke depan."
Fellaini, yang akan menjadi satu dari sepuluh pemain yang merepresentasikan New Balance Football, merapat ke United pada 2013 dengan biaya €34 juta sebagai rekrutan pertama David Moyes.
Status tersebut, menurut eks bintang Everton itu, membuatnya diperlakukan tak adil oleh media, di mana ia menjadi sasaran empuk kritik.
Kampanye debut Fellaini di Old Trafford memang berjalan sangat buruk, dengan Moyes didepak April tahun lalu, sebelum Louis van Gaal datang sebagai suksesor permanen awal musim ini.
"Musim lalu adalah musim yang buruk untuk kami. Itu mengecewakan baik untuk saya maupun semua orang di Manchester United," tutur Fellaini.
"Itu lebih buruk untuk saya karena saya adalah rekrutan pertama untuk David Moyes, jadi saya mendapatkan seluruh kritikan."
"Saya tak punya kans. Semuanya dibebankan pada saya. Itu pengalaman buruk, tapi sekaligus juga pengalaman bagus kaarena sekarang saya tahu apa yang dilihat para jurnalis."
"Saya merasa buruk karena saya telah lama mengenal Moyes. Saya tahu dia pribadi hebat."
"Sepakbola memang seperti ini. Manchester United adalah klub besar, mereka ingin memenangi semua pertandingan, sementara musim lalu adalah musim yang buruk untuk kami."
Performa Fellaini musim ini meningkat pesat dengan menyumbangkan gol-gol krusial setelah belakangan ini dipasang sebagai penyerang tambahan untuk menyantap bola atas. Si pemain mengaku siap dimainkan di mana pun oleh Van Gaal, tapi tak menampik bahwa posisi favoritnya adalah gelandang bertahan.
"Semua orang tahu Van Gaal adalah manajer hebat karena ke mana pun pergi dia meraih gelar. Dia memiliki banyak pengalaman dan dia memahami pekerjaannya," papar pemain 27 tahun ini.
"Saya seorang gelandang. Saua suka bermain sedikit lebih defensif tapi terserah sang manajer untuk memutuskan. Kalau menaruh saya di depan, Anda tahu kenapa Anda melakukannya."
"Di mana pun dia menginstruksikan saya untuk bermain, di sanalah saya bermain. Saya selalu bermain untuk memenangi pertandingan, jadi saya tak bisa bilang kepada sang manajer bahwa saya tak bisa bermain di tempat yang dikehendakinya."
"Saya memiliki kontrak di sini dan saya ingin membuktikan saya bisa bermain untuk mereka," pungkasnya. Tidak bisa tidak, Manchester United wajib menuntaskan Liga Primer Inggris 2014/15 di zona empat besar sekaligus mengamankan tiket kembali ke Liga Champions, demikian tegas gelandang Marouane Fellaini.
Finis ketujuh musim lalu menandai kegagalan Setan Merah menembus kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak 1995, dan Fellaini menekankan hal yang sama tidak boleh terulang musim ini.
Karena alasan itulah, alih-alih menatap target untuk kembali berpacu di trek jawara musim depan, United, seperti dituturkan Fellaini, lebih terfokus untuk meraih sasaran terkini.
"Ini penting karena Manchester United harus bermain di Liga Champions, dan kami memiliki kualitas untuk itu," katanya kepada Goal pada peluncuran New Balance Football.
"Kita akan melihat apakah kami bisa menjuarai liga pada 2015/16, tapi kami memiliki target untuk memenangi Piala FA dan meraih kelolosan ke Liga Champions. Setelahnya baru kita akan melihat musim depan."
"Kami kalah dalam beberapa laga sulit. Contohnya melawan Swansea dan Southampton, dan kalau Anda memenangi laga-laga seperti ini maka Anda bisa menjuarai liga."
“Kami harus berkembang dan bekerja keras bersama-sama untuk menatap ke depan."
Fellaini, yang akan menjadi satu dari sepuluh pemain yang merepresentasikan New Balance Football, merapat ke United pada 2013 dengan biaya €34 juta sebagai rekrutan pertama David Moyes.
Status tersebut, menurut eks bintang Everton itu, membuatnya diperlakukan tak adil oleh media, di mana ia menjadi sasaran empuk kritik.
Kampanye debut Fellaini di Old Trafford memang berjalan sangat buruk, dengan Moyes didepak April tahun lalu, sebelum Louis van Gaal datang sebagai suksesor permanen awal musim ini.
"Musim lalu adalah musim yang buruk untuk kami. Itu mengecewakan baik untuk saya maupun semua orang di Manchester United," tutur Fellaini.
"Itu lebih buruk untuk saya karena saya adalah rekrutan pertama untuk David Moyes, jadi saya mendapatkan seluruh kritikan."
"Saya tak punya kans. Semuanya dibebankan pada saya. Itu pengalaman buruk, tapi sekaligus juga pengalaman bagus kaarena sekarang saya tahu apa yang dilihat para jurnalis."
"Saya merasa buruk karena saya telah lama mengenal Moyes. Saya tahu dia pribadi hebat."
"Sepakbola memang seperti ini. Manchester United adalah klub besar, mereka ingin memenangi semua pertandingan, sementara musim lalu adalah musim yang buruk untuk kami."
Performa Fellaini musim ini meningkat pesat dengan menyumbangkan gol-gol krusial setelah belakangan ini dipasang sebagai penyerang tambahan untuk menyantap bola atas. Si pemain mengaku siap dimainkan di mana pun oleh Van Gaal, tapi tak menampik bahwa posisi favoritnya adalah gelandang bertahan.
"Semua orang tahu Van Gaal adalah manajer hebat karena ke mana pun pergi dia meraih gelar. Dia memiliki banyak pengalaman dan dia memahami pekerjaannya," papar pemain 27 tahun ini.
"Saya seorang gelandang. Saua suka bermain sedikit lebih defensif tapi terserah sang manajer untuk memutuskan. Kalau menaruh saya di depan, Anda tahu kenapa Anda melakukannya."
"Di mana pun dia menginstruksikan saya untuk bermain, di sanalah saya bermain. Saya selalu bermain untuk memenangi pertandingan, jadi saya tak bisa bilang kepada sang manajer bahwa saya tak bisa bermain di tempat yang dikehendakinya."
"Saya memiliki kontrak di sini dan saya ingin membuktikan saya bisa bermain untuk mereka," pungkasnya.






0 komentar:
Posting Komentar